Skip to main content

Posts

Back to Work

Setelah beberapa waktu lalu tidak ngantor, beberapa bulan yang lalu seorang teman lama menghubungi saya, yang kemudian menawarkan untuk kembali terjun di dunia kerja. Singkat cerita, akhirnya saya turut bergabung dan kembali ngantor.

Financial Freedom

Image by WorldSpectrum from Pixabay Sesuai tulisan saya sebelumnya, catatan kali ini seputar bagaimana saya tetap bisa menafkahi keluarga padahal tidak kerja di kantor.  Setelah beberapa bulan ini saya berkecimpung di bidang investasi dan trading, sepertinya penting bagi saya untuk share ini untuk inspirasi muslimkantoran. Yaitu mengenai perjalanan saya yang menurut saya ada bagian esensial dan ada pula yang bisa jadi cenderung buang-buang waktu. Berikut bila dikupas 1. Lulus kuliah S1  Ini termasuk wajib untuk kebanyakan orang, yang kalau ada kesempatan memang mau tidak mau harus dapat ijasah S1. Hal ini karena saya cukup paham mengenai bidang personalia/SDM, karena kolega saya di kantor manapun biasanya orang penting di divisi SDM. Ceklist di perusahaan terutama multinational memang minimal ijasah S1 kalau mau karir bagus. Ini membantu para manajemen untuk mempertanggungjawabkan pada Pemangku kepentingan di setiap laporan. Kemudian prioritasnya untuk freshgraduate itu pada ...

Exit Kantoran

Image by Andrew Martin from Pixabay   Beberapa waktu kemarin ini saya exit dari dunia kantoran. Artinya exit juga tidak lanjut cari nafkah di kantor baru, tidak tahu sementara COVID-19 ini atau seterusnya. Tapi dengan demikian terbukti juga bahwa harta itu bisa naik turun, tetapi rejeki itu pasti. Insya Allah. Akan saya share cara dapat uang selain dari kerja di kantor dalam kesempatan lain. Kemudian pertanyaannya, yang saya lakukan itu merupakan exit strategy atau just exit? Silahkan nilai sendiri. Waktu itu perusahaan ganti kepemilikan, saya termasuk yang survive, tapi saya tidak cocok dengan pemilik baru, jadi saya exit dengan pesangon cukup lumayan. Dari situ saya gunakan di market dan sangat mengagetkan penghasilan dalam pada bulan itu jika dibandingkan dengan gaji saya sebelumnya di kantoran sudah lebih dari gaji saya yang biasa saya terima. Kemudian sekalian saja tabungan, deposito, sukuk yang sempat dikumpulkan sejak awal karir ikut masuk, dan hasilnya di bulan berikutnya ...

Mimpi ala Amerika, the American Dream

  Photo by Zachary Keimig on Unsplash Add caption Memiliki rumah dan mobil seperti di ilustrasi di atas ini sepertinya masih valid untuk menggambarkan mimpi ala Amerika, alias American Dream . Pastinya tidak berlaku ke semua orang, tapi pada kebanyakan orang, seperti aparatur sipil dan pekerja kantoran. Setidaknya masih valid di gen-x atau bahkan milenial? Lalu kenapa, apakah ini salah?

Dhirar

  Ilustrasi masjid pada umumnya.  Image by mohamed Hassan from Pixabay  Sudah pernah dengar tentang Masjid Dhirar? Sebuah Masjid yang atas perintah Rasul, kemudian dibakar, Alasan kenapanya silahkan googling. Di wikipedia saja ada, ini versi En .

Me versus the World

Image by mbll from Pixabay Pernahkah ketika pertama kali masuk kantor, atau dipindahkan ke sebuah tim atau area, tantangan yang dihadapi adalah lingkungan yang kurang berkenan, atau bahkan kacau. Maksudnya, di dalam lingkungan tersebut sepertinya hal-hal yang berbau atau bahkan kegiatan maksiat itu sendiri sudah menjadi sesuatu hak yang biasa. Sebutlah aktivitas seperti hengki pengki, minum-minum, hiburan malam, main cewek, belum lagi yang lebih parah terjebak dalam ekosistem fraud yang terorganisir, pernah? Tapi pada kenyataannya mereka itu banyak (majority), sedangkan kita anak baru, sendirian, bisa apa?

Menepis Islamophobia

Image by Martin Foskett from Pixabay Bismillah... Kalau bekerja di perusahaan lokal, bisa jadi pemilik orang Indonesia, mayoritas muslim, kalau bukan pun menjunjung tinggi toleransi beragama dalam bhinneka tunggal ika, secara negara Pancasila.

8 Jalan Rezeki

Barusan saya menerima forward-an message di grup kantor, judulnya: 8 Jalan Rezeki dalam Al-Qur'an Mari kita tengok, dari Al Qur'an Online di mushaf.id

Masih ambisi jadi pemimpin?

Image by Marc Hatot from Pixabay Berikut ini adalah script khutbah Jumat di sebuah perkantoran di bilangan perkotaan, tanggal 4 Oktober 2019. Menarik hingga saya copas disini, supaya menjadi bahan renungan bagi kita semua, khususnya yang saat ini memiliki pekerjaan yang mengimplementasikan sistem jabatan. Ketika ada hasrat untuk menduduki suatu jabatan, ingat dalil ini.

Ok clear, hidup adalah ujian

Image by WikiImages from Pixabay Manusia terlahir di dunia bukan sekedar untuk tamasya. Sebaliknya, untuk diuji, mana yang ibadahnya paling baik. Maka valid, di dunia banyak jebakannya. Jebakan dalam segala hal, senang maupun sedih.

Agile, Buru-buru, Labil?

Bismillah... Semoga Allah segera meluruskan bila ada yang salah dalam pemikiran saya ini yang hendak saya tuliskan ini. Image by Free-Photos from Pixabay Cerita kali ini tentang salah satu personality traits yang cukup populer di era teknologi saat ini, era digital, era milenial. Tidak lain ialah soal kelincahan, atau agility, yang bagi kalangan gamers

Mengejar Akhlaq, Umat yang sedikit

Image by John Hain from Pixabay Salam, Ini cerita flashback saya ketika di bangku SD. Kebetulan saya dimasukkan ke sekolah negeri, yang satu kelas isinya banyak sekali murid, sekalipun sudah dibagi kelas pagi dan siang. Pelajaran agama yang diajarkan di sekolah itu ialah agama Islam. Meskipun saya tidak terlalu pandai menghafal, tetapi saya cukup cerdik mempelajari situasi supaya mendapat nilai bagus di mata pelajaran agama tersebut, tentunya bukan dengan mencontek ataupun cara yang tidak mulia lainnya. Sebaliknya, ternyata trik yang saya lakukan itu merupakan pelajaran yang berharga seterusnya bagi kehidupan saya. Akhlaq.

Menegakkan syariat bagi pemeluknya

Bismillah.... Entah kenapa saya merasa kondisi politik di negara saya ini ada oknum ketiga yang mempengaruhi. Jadi sepertinya bukan soal kubu 01 lawan kubu 02, dan bahkan bagi saya keduanya baik-baik saja, tetapi rasanya kok ada kubu "03" ini yang sebenarnya adalah pengaruh yang kurang baik. Kuatirnya sekedar ribut dan mensuriahkan negeri ini. Oknum ketiga...

Was-was itu yang mestinya dilawan

Bismillah... Babe Haikal sempat beberapa waktu lalu mengatakan di dalam sebuah kajian bertemakan hijrah, bahwa ujian setelah hijrah itu bersiap-siap dibully. Setelah hijrah pastinya akan dihujani berbagai macam sebutan, dicap macam-macam. Mungkin supaya yang kurang lebih . Serupa, baru-baru ini saya juga sempat melihat kutipan kajian Buya Yahya, menyebutkan jangan kuatir dibilang "Sok Alim". Ini maksudnya di instagram sering ada yang posting yang menyerukan/mengingatkan tentang ibadah, hadist, dalil, kajian, tapi kemudian goyah karena kuatir dicap sok alim. Padahal disitulah ujiannya. Jangan-jangan benar, niat kita kemudian luruh dan menjadi riya'? Bisa jadi, tapi bukan berarti kemudian stop berbalik, justru tinggal diluruskan lagi saja niatnya. Contoh, ke tanah suci niat awalnya karena Allah, kemudian lama kelamaan terlalu banyak aktivitas media sosial, foto-foto dan sebagainya, kuatir jadi riya'. Nah, ini dilawan, di review lagi kontennya apa yang mau/telah...

Khusyu Sholat

Bagaimana agar khusyu dalam sholat? Pernah dengar hadits yang kurang lebih menyebutkan "sholatlah seolah-olah kamu melihat Allah, dan apabila kamu tidak bisa melihat-Nya, maka yakinlah Dia melihatmu" ?

Mendapat Pekerjaan Karena Koneksi?

Tamat sekolah bukan berarti sudah selesai kepusingan, justru itulah awal masuk ke dunia persaingan di pasar tenaga kerja. Banyak faktor yang mempengaruhi diterimanya seorang lulusan dalam suatu lowongan kerja, yang teratas pastinya kemampuan akademis, kemudian soft-skills antara lain penguasaan bahasa asing, pengalaman berorganisasi, penggunaan komputer, networking , dan masih banyak lainnya. Tentu saja sebagaimana mekanisme pasar, supply demand, ujung-ujungnya harga.

Sholat Jumat Bergantian

Sempat saya magang di sebuah power plant yang harus senantiasa diawasi, sehingga diberlakukan shift pekerja yang bertanggung-jawab atas situs tersebut. Ketika di hari Jumat, kebetulan kami semua disitu muslim, dan saya yang baru disitu tentu saja bertanya-tanya apabila tiba waktunya sholat apakah pos ini ditinggal atau bagaimana. Dan ternyata salah seorang yang bertugas tetap menjaga pos tersebut dan menggantinya dengan sholat dzuhur. Tentu saja tidak setiap Jumat demikian, karena ada petugas yang lain bergantian setiap Jumatnya digilir.

Posisi Al Quran dalam hidup kita

Bismillah.. Pastinya bagi seorang muslim, apabila ia ditanya demikian, tentunya jawabannya/ikrarnya senantiasa menempatkan Al Quran firman Allah menjadi hukum yang paling tinggi. Tidak semua demikian? Meskipun mengakunya muslim?

Wahabi 1 atau wahabi 2?

Sebenarnya saya kurang paham tentang Wahabi, tapi sayup-sayup terdengar beberapa tahun belakangan ini, termasuk di berita asing yang menyinggung aliran Wahabi. Siapa yang dimaksud? Arab Saudi kah? Atau bangsa arab kah? Tapi kok lucunya umat muslim yang mulai mendalami sunnah pun tak luput dibilang Wahabi?

Life is just a game, Agama is not

Bismillah... Dalam Al-Qur'an apabila kita cari kata "pemainan dan senda gurau" maka akan menyinggung dua hal. Yang pertama adalah pernyataan bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Sebagaimana tercantum pada: